Terharu….., Ada Jalan Baru “Windu” … !!!
22 08 2011 Baru-baru ini saya begitu kaget, tetapi sekaligus juga gembira karena melihat ada nama plang jalan terbilang baru yang sepertinya baru dipasangkan dengan nama tulisan WINDU. Ya, ada jalan Windu sekarang di Kuningan yang membentang mulai Desa Karangtawang (di perbatasan dengan Desa Lengkong) ke arah Barat, yang berarti termasuk jalan raya Desa Karangtawang – Desa Winduhaji sampai ke Kelurahan Awirarangan. Jalan Windu di Awirarangan berarti bersambungan dengan Jalan Jendral Sudirman, yaitu jalan yang membentang mulai dari perempatan Toserba Terbit (timur alun-alun kota Kng) sampai ke daerah Bojong Awirarangan.
Mengapa saya respek dan gembira ada nama Jalan Windu ? Sebab memang
pemberian nama Jalan Windu berarti sesuai dengan nama legendaris tokoh
dalam sejarah Kuningan. Yang berarti si pemberi nama jalan (yang punya
ide) tidak lupa dengan Sejarah Kuningan. Seperti yang sudah saya kupas
dalam pembicaraan (artikel) lalu bahwa dalam ceritera Sejarah Kuningan
pernah populer nama WINDU. Walaupun Windu di sini bukan nama untuk
memberi nama orang, tetapi nama seekor kuda, yakni kuda tunggangan
sekaligus kuda perang milik penguasa Kuningan (Sang Adipati Kuningan) di
abad pertengahan (abad XV), Kuda Windu adalah lambang atau simbol
kehebatan kuda milik masyarakat Kuningan tempo dulu. Dari Kuda Windu
inilah hingga sekarang muncul istilah tentang kehebatan orang Kuningan
dengan sebutan “kecil-kecil kuda Kuningan”, walaupun kecil perawakannya
tetapi tangguh, hebat, gesit & lincah. Karena memang dalam
sejarahnya dulu Si Windu ini pernah menjadi pahlawan bagi juragannya
ketika dia ditunggangi untuk berperang melawan musuhnya yang menunggang
gajah.“Hebat lah pokona mah Si Windu itu”. Jadi sangat pantas nama Windu itu diabadikan oleh masyarakat Kuningan untuk dijadikan nama jalan. Persoalannya sekarang ternyata masih banyak masyarakat awam yang belum mengenal dan mengerti apa itu nama “Windu”, koq dijadikan nama jalan ? katanya. Memang dalam hal ini perlu sosialisasi pihak Pemda untuk mempopulerkan nama “Windu”. Bisa gak ya..???



0 komentar:
Posting Komentar