“Suranggajaya” Mengapa Tidak Diabadikan ?
5 11 2009 Bila kita berjalan-jalan di seputar wilayah Kabupaten Kuningan, apakah berjalan-jalan di dalam kota Kuningan maupun di luar kota Kuningan (tiap kecamatan yang ada di Kuningan), sejauh yang penulis ketahui belum pernah rasanya menemukan nama suatu jalan di kota kab/kec/desa, gedung besar/kecil, rumah makan, hotel/penginapan, dan lain sebagainya menggunakan nama SURANGGAJAYA. Ada apa, dan mengapa bisa terjadi demikian ? Nama besar Suranggajaya seolah-olah terlupakan, atau memang dilupakan ? Padahal beliau (Suranggajaya) itu adalah tokoh besar dalam sejarah kuningan, yakni beliau itulah yang disebut sebagai Sang Adipati Kuningan, pemimpin keadipatian Kuningan pada masa perkembangan Islam (abad XV – XVI).
Nama dari tokoh-tokoh bersejarah di Kuningan yang telah diabadikan
namanya menjadi nama jalan, gedung, dsb hanyalah sebagian saja, dan itu
pun tidak mewakili semua zaman. Yang ada kebanyakan mengambil nama tokoh
bersejarah dari zaman madya dan baru (tokoh pahlawan revolusi/pahlawan
nasional). Saya ambil contoh dari tokoh bersejarah Kuningan yang
mewakili dari zaman madya misalnya, yang telah diabadikan itu antara
lain: Langlangbuana (dibadikan nama jalan di perempatan Citamba kota
Kuningan ke seb. timur), Selawati (dibadikan nama jalan di sebelah barat
masjid Syiarul Islam), Arya Kamuning (diabadikan nama jalan di seputar
taman kota kuningan/gelanggang pemuda), Dipati Ewangga (diabadikan
menjadi nama gedung olah raga/GOR sebelah timur pendopo kab. Kng), Syekh
Maulana Akbar (diabadikan nama jalan di perempatan Citamba ke seb.
barat), Ramajaksa (diabadikan nama jalan di Winduherang [?]).Sementara nama tokoh bersejarah di Kuningan yang belum diabadikan namanya, yang berasal dari tokoh sejarah zaman kuna dan madya adalah: Wiragati (Sang Pandawa), Sang Wulan, Sang Tumanggal, Demunawan/Seuweukarma/Ranghyangtang Kuku, Cakrawati (ayahnya Langlangbuana), Mayangsari & Mayangkuning (putrinya Langlangbuana & Ibundanya Selawati cs), Jayaraksa (Ki Gedeng Luragung), Nyi Ageng Larasati (istrinya Jayaraksa), Selawiyana & Dipawiyana (putranya Arya Kamuning), Suranggajaya (Sang Adipati Kuningan), Syekh Maulana Arifin (putranya Sy M. Akbar), Kencanawati (putrinya Sy M. Arifin + Selawati, juga istrinya Suranggajaya), Kusumajaya (Geusan Ulun Kuningan), dst (para putranya Geusan Ulun Kng).
Perlu perhatian kita semua, khususnya warga Kuningan, untuk mengenal lebih dekat dengan nama-nama tokoh bersejarah dari Kuningan dari setiap zamannya. Termasuk juga mensosialisasikannya dengan mengabadikan nama-nama mereka menjadi nama jalan atau gedung, dsb agar generasi kita dan yang akan datang mengenal tokoh-tokoh yang dimaksudkan di atas. Bahwa o’ inilah nama-nama tokoh nenek moyang orang Kuningan yang pernah berkiprah & berjasa di Kuningan sesuai konteks zamannya.



0 komentar:
Posting Komentar