Puasa Arafah (Hadist - Keutamaan - Keistimewaan) Idul Adha
Pada kesempatan kali ini pehek pedia akan memberikan pengertian puasa arafah yang di ambil dari berbagai hadist-hadits tentang mengenai puasa arafah. Puasa Arafah bisa dikatakan sebagai puasa idul adha
merupakan puasa yang jatuh tepat pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa
Arafah dinamakan demikian karena saat itu para jamaah haji sedang wukuf
di terik matahari di padang Arafah. Puasa Arafah ini dianjurkan bagi
mereka yang tidak berhaji. Sedangkan yang berhaji tidak disyariatkan
puasa ini.
Keutamaan Puasa Arafah
Di antara puasa tathawwu' yang paling utama adalah puasa Arafah. Yang
dimaksud dengan puasa Arafah adalah puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Pada saat itu kaum muslimin yang melakukan ibadah haji berkumpul wukuf
di padang Arafah.
Sebagian orang mendapatkan masalah ketika mendapati tanggal/kalender di negaranya berbeda dengan di Arab Saudi. Maksudnya, pada hari ketika jamaah haji sedang berkumpul di Arafah, yang hari itu adalah tanggal 9 Dzulhijjah di negara Arab Saudi, tetapi kalender
di negaranya pada hari itu adalah tanggal 10 Dzulhijjah, umpamanya.
Maka, apakah dia berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah menurut kalender di negaranya sendiri, padahal di Arab Saudi masih tanggal 8 Dzulhijjah, dan para jamaah haji belum menuju Arafah. Atau dia berpuasa pada tanggal 10 Dzulhijjah menurut kalender di negaranya sendiri dan di Arab Saudi sudah tanggal 9 Dzulhijjah, dan para jamaah haji berkumpul di Arafah.
Dalam hal ini yang menjadi ukuran adalah wuquf di Arafah, bukan kalender
di negaranya. Karena di dalam hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa
sallam menyebut dengan “puasa hari Arafah”, sehingga mestinya wuquf di
Arafah itulah yang menjadi ukuran. Wallahu a'lam.
Keistimewaan Hari Arafah
Hari Arafah memang salah satu hari istimewa, karena pada hari itu Allah
membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah di hadapan
para malaikat-Nya. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ
النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمُ
الْمَلَائِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ
“Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari
neraka pada hari itu daripada hari Arafah. Dan sesungguhnya Allah
mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang
berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Dia berfirman, 'Apa yang
dikehendaki oleh mereka ini?'” (HR. Muslim, no. 1348; dan lainnya dari
'Aisyah).
Olah karena itulah, tidak aneh jika kaum muslimin yang tidak wukuf di
Arafah disyariatkan berpuasa satu hari Arafah ini dengan janji keutamaan
yang sangat besar.
Marilah kita renungkan hadits di bawah ini, yang menjelaskan keutamaan
puasa Arafah, yang disyariatkan oleh Ar-Rahman Yang Memiliki sifat
rahmat yang luas dan disampaikan oleh Nabi pembawa rahmat kepada seluruh
alam.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ
السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ
عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي
قَبْلَهُ
“Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada
Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun
setelahnya. Puasa hari 'Asyura' (tanggal 10 Muharram), aku berharap
kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR.
Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).
Alangkah pemurahnya Allah Ta'ala. Puasa sehari menghapuskan dosa dua
tahun! Kaum muslimin biasa berpuasa satu bulan penuh pada bulan
Ramadhan, dan mereka sanggup melakukan. Maka, sesungguhnya berpuasa satu
hari Arafah ini merupakan perkara yang mudah, bagi orang yang
dimudahkan oleh Allah Ta'ala.
Barangsiapa membaca atau mendengar sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa
sallam yang mulia ini pastilah hatinya tergerak untuk mengamalkan puasa
tersebut. Karena, setiap manusia pasti menyadari bahwa dia tidak dapat
lepas dari dosa.
Selamat menunaikan Puasa Arafah - Puasa Idul Adha.



Semoga Allah menerima amal ibadah kita. Amiin
BalasHapus